Network Protocol And Communication
Nama : Rivola Islami
No BP : 1901081010
Kelas : T.Komputer 1B
Laporan Ke : 1
Broadcast
Multicast
1. TCP/IP
2. User Datagram Protokol (UDP)
3. Domain Name System (DNS)
4. HTTPS
5. SSH (Secure Shell)
6. Telnet (Telecommunication network)
7. OSI Layer
1. Application Layer
2. Presentation Layer
3. Session Layer
4. Transport Layer
5. Network Layer
6. DataLink Layer
7. Physical Layer
TCP/IP
Istilah Penting di
Protokol
1. Syntax
2. Semantics
3. Timing
Referensi
https://www.niagahoster.co.id/blog/protokol-komunikasi/#Pengertian_Protokol
https://www.kompasiana.com/zulfakhilmy/553009d36ea8344f0f8b45ca/jenis-jenis-protokol-dan-fungsinya-pada-jaringan-komputer
https://jaringankomputer.wordpress.com/2008/01/22/unicast-broadcast-dan-multicast/
No BP : 1901081010
Kelas : T.Komputer 1B
Laporan Ke : 1
NETWORK
PROTOCOL AND COMMUNICATION
Protokol adalah
sistem peraturan yang memungkinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan
perpindahan data antara dua komputer atau lebih. Aturan ini harus dipenuhi oleh
pengirim dan penerima agar komunikasi dapat berlangsung dengan baik.
Secara
umum fungsi protokol adalah untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima
agar bisa berkomunikasi. Secara lebih khusus, berikut ini adalah fungsi-fungsi
protokol:
1. Addressing
Header
IP paket mengandung alamat yang memberikan identifikasi ke komputer pengirim
dan penerima. Router menggunakan informasi ini untuk menuntun setiap paket
melewati network komunikasi dan menghubungkan antara komputer pengirim dan penerima.
2. Reassembly
Kegunana
internet protokol adalah memastikan pesan dipecah menjadi paket. Hal ini
dikarenakan sebagian besar pesan terlalu besar untuk dimasukan ke dalam satu
paket, dan karena paket tidak dikirimkan dalam urutan yang benar. Paket harus
tersusun ulang saat tiba di penerima.
3. Timeouts
Setiap
IP paket mengandung self-destructive counter yang membatasi umur dari paket.
Jika paket sudah kadaluarsa, paket dihancurkan sehingga jaringan internet tidak
mengalami overloaded dengan paket yang rusak.
4. Options
IP
terdapat fitur tambahan yang mengizinkan komputer pengirim untuk memutuskan
paket bagian mana yang didapatkan komputer penerima. Untuk menemukan bagian
yang diambil maka perlu ditambahkan keamanan pada paket.
Opsi Pengantaran Pesan
Unicast
Unicast adalah metode pengiriman packet yang hanya ditujukan
kepada satu perangkat saja dan jika suatu perangkat ingin mengirimkan packet ke
beberapa perangkat sekaligus, maka perangkat tersebut harus mengirimkan
beberapa packet dengan alamat spesifik yang ada pada packet untuk masing -
masing perangkat. Untuk mengirimkan packet melalui unicast, sumber pengirim
harus mengetahui ip address dari pengerangkat yang dituju. Sebagai contoh
dapat dilihat pada gambar dibawah, melalui unicast, sumber pengirim mengirimkan
packet hanya ke satu perangkat yang dituju dan jika perangkat yang dituju lebih
dari satu pengirim harus mengirimkan packet secara terpisah dan masing - masing
packet memiliki alamat pasti perangkat yang dituju.
Broadcast
Broadcast adalah metode pengiriman yang mengirimkan packet ke
semua perangkat pada jaringan. Broadcast dikenal juga dengan sebagai metode
transmisi one to all (satu ke semua). Address tujuan dari pesan broadcast
adalah alamat spesial yang ditentukan untuk pesan broadcast. Pada jaringan
ethernet, broadcast dikirim ke alamat tujuan khusus yaitu,
FF-FF-FF-FF-FF-FF-FF. Jika sebuah packet dikirimkan melalui broadcast address,
semua perangkat yang terhubung ke jaringan yang sama akan menerima packet
tersebut dan memprosesnya jadi semua perangkat yang terhubung ke jaringan
tersebut akan menerima packet yang sama.
Multicast
Multicast adalah metode pengiriman yang hampir sama dengan
broadcast, dimana packet dikirimkan ke banyak tujuan sekaligus tetapi
perbedaannya adalah tujuan dikelompokan berdasarkan grup - grup tertentu
melalui alamat grupnya. Multicast menggunakan Internet Group Management Protocl
(IGMP) untuk mengindentifikasi grup dan member grup. Multicast grup dilihat
dengan alamat ip address khusus antara 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255 dan
setiap grup memiliki alamat ip nya sendiri di antara range ip tersebut.
Sebagai contohnya pada saat streaming audio atau video, tentu
banyak komputer lainnya yang ingin melakukan streaming audio atau video
tersebut secara bersamaan. Jika data dikirimkan sebagai broadcast, maka tidak
perlu lagi proses untuk semua system. Dengan multicast data tersebut hanya
dikirim sekali saja, tetapi diterima sekaligus oleh banyak komputer.
Pada jaringan komputer
di seluruh dunia, ada beberapa jenis protokol yang digunakan untuk berhubungan.
Beberapa jenis protokol yaitu:
1. TCP/IP
Transmission Control
Protocol (TCP) dan Internet Protocol (IP) merupakan standar dari komunikasi
data yang dipakai oleh komunitas internet. Standar ini mengatur dalam proses
tukar-menukar data atau informasi dari satu komputer ke komputer lain di dalam
jaringan internet.
2. User Datagram Protokol (UDP)
User Datagram Protocol
(UDP) adalah transport TCP/IP yang dapat mendukung komunikasi yang unreliable,
tanpa adanya koneksi antar host di dalam suatu jaringan.
3. Domain Name System (DNS)
Domain Name Server
(DNS) adalah distribute database yang dipakai dalam pencarian nama komputer di
dalam jaringan menggunakan TCP/IP. DNS dapat bekerja pada jaringan dengan skala
kecil sampai dengan global. Terkadang DNS juga digunakan pada aplikasi yang
terhubung langsung dengan internet.
4. HTTPS
Protokol HTTPS pasti
sudah sering Anda dengar. Kata HTTPS bisa dilihat di browser pada saat
mengakses halaman website yang menggunakan SSL. Apalagi HTTPSsudah banyak digunakan di beberapa website.
HTTPS berasal dar Hypertext
Transfer Protocol (HTTP) yang merupakan protokol untuk mengatur
komunikasi antara client dan server. Sedangkan HTTPS merupakan versi aman dari
HTTP biasa.
HTTPS merupakan
kombinasi dari komunikasi HTTP biasa melalui Socket Secure Layer (SSL)
atau Transport Layer Security (TLS), jadi bukan merupakan
protokol yang berbeda. Sehingga, ada dua jenis lapisan enkripsi.
Kombinasi dilakukan
untuk menjaga keamanan beberapa serangan pihak ketiga. Biasanya serangan yang
dilakukan adalah menyadap informasi dari komunikasi yang terjadi.
5. SSH (Secure Shell)
SSH adalah sebuah
protocol jaringan yang memungkinkan terjadinya pertukaran data antara dua
komputer dengan aman. Mulai dari mengirim file, mengendalakan pada jarak yg
jauh dan lain sebagainya. Dibanding dengan Telnet, FT, protokol ini mempunyai
tingkat keamanan ynag unggul.
6. Telnet (Telecommunication network)
Dikembangkan pada 1969,
Telnet memiliki standarisasi sebagai IETF STD 8 yang merupakan standar internet
pertama kali. Protokol ini berjalan pada koneksi Internet atau LAN. Namun
sayangnya Telnet mempunyai keterbatasan keamanan yang masih beresiko.
7. OSI Layer
OSI Layer merupakan
standar komunikasi yang diterapkan untuk jaringan komputer. Standar ini
digunakan untuk menentukan aturan sehingga seluruh alat komunikasi bisa saling
terkoneksi melalui jaringan internet.
OSI Layer dikembangkan
untuk komputer agar dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara
efisien. Protoko ini digambarkan sebagai informasi dari suatu aplikasi komputer
yang berpindah melalui jaringan internet ke komputer yang lainnya. OSI Layer
secara konseptual terbagi ke dalam tujuh lapisan dimana masing-masing lapisan
memiliki tugas yang spesifik.
Ketujuh lapisan OSI
Layer adalah sebagai berikut:
1. Application Layer
Layer OSI ini paling
berdekatan dengan end user. Layer ini bertanggung-jawab atas pertukaran
informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain
yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.
2. Presentation Layer
Layer OSI ini
bertanggung jawab dalam pengkodean dan konversi data dari application layer.
Presentation later bertanggung jawab untuk memastikan semua data yang berasal
dari application layer dapat dibaca pada sistem lainnya.
3. Session Layer
Layer OSI ini mempunyai
tugas untuk menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur
koneksi. Selain itu layer ini berfungsi untuk membentuk, me-manage, dan
memutuskan session komunikasi antara entitas presentation layer.
4. Transport Layer
Layer OSI ini
bertanggung jawab untuk membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika
antar terminal, dan menyediakan penanganan error.
5. Network Layer
Layer OSI ini
bertanggung jawab untuk menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus
diambil selama perjalanan, dan menhaga antrian trafik di jaringan.
6. DataLink Layer
Layer OSI ini mempunyai
tugas untuk menyediakan link untu data dan memaketkannya menjadi frame yang
berhubungan dengan hardware kemudian didistribusikan melalui media.
7. Physical Layer
Layer OSI yang terakhir
ini bertugas untuk mengirimkan dan menerima data mentah pada media fisik.
Tujuan utama penggunaan
OSI Layer adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari
tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk
jenis-jenis protokol jaringan dan metode transmisi.
TCP/IP
TCP/IP merupakan
standar komunikasi data dari komputer satu ke komputer yang lain di dalam
jaringan internet. Protokol ini banyak digunakan oleh komunitas untuk
standarisasi komunikasi yang digunakan.
Protokol ini berupa
kumpulan protokol (protocol suite) atau kumpulan protokol. Jadi protokol ini
tidak dapat berdiri sendiri. Protokol TCP/IP paling banyak digunakan pada saat
ini.
Pada TCP/IP terdapat
protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP
diimplementasikan arsitektur berlapis yang terdiri dari empat lapis,
yaitu: Application Layer, Transport Layer, Internet Layer,
dan Network Access Layer
Istilah Penting di
Protokol
Istilah-istilah yang
harus diperhatikan saat berhubungan dengan protokol adalah sebagai berikut:
1. Syntax
Merupakan format data
atau struktur data yang sudah diubah bentuknya menjadi kode. Sebagai contoh,
sebuah protokol sederhana akan memiliki urutan pada delapan bit pertama adalah
alamat pengirim, delapan bit kedua adalah alamat penerima dan bit stream
sisanya merupakan informasinya sendiri.
2. Semantics
Digunakan untuk
mengetahui maksud dari informasi yang dikirim dan mengoreksi kesalahan yang
terjadi dari informasi tadi. Semantics bisa diartikan sebagai setiap section
bit.
3. Timing
Digunakan untuk
mengetahui kecepatan transmisi data. Timing juga digunakan untuk mengetahui
karakteristik data harus dikirim dan seberapa cepat data tersebut dikirim.
https://www.niagahoster.co.id/blog/protokol-komunikasi/#Pengertian_Protokol
https://www.kompasiana.com/zulfakhilmy/553009d36ea8344f0f8b45ca/jenis-jenis-protokol-dan-fungsinya-pada-jaringan-komputer
https://jaringankomputer.wordpress.com/2008/01/22/unicast-broadcast-dan-multicast/




Komentar
Posting Komentar